4 Cheat Ini Bakal Bikin Akun Pokemon GO Banned!

0
442
4 Cheat Ini Bakal Bikin Akun Pokemon GO Banned!

Kamu-kamu yang kemarin sempat marah-marah di Facebook pasti sekarang senang bukan main nih! Soalnya, Pokemon GO sekarang sudah bebas dari cheater!

SEPUTAR POKEMON – Sejak tanggal 13 Agustus lalu, Niantic akhirnya mulai menindak para cheater-cheater yang sudah merajalela di game smart phone yang sedang booming ini. Para Trainer yang ketahuan telah “melanggari” peraturan permainan pun akan di ban secara permanen oleh pihak Niantic!

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pengembang game tersebut, dikatakan beberapa jenis pelanggarannya di antaranya adalah, “Termasuk, tapi tidak terbatas pada: memalsukan lokasi, menggunakan emulator, perangkat lunak modifikasi atau tidak resmi dan/atau mengakses klien Pokemon GO atau backend secara tidak sah termasuk melalui penggunaan perangkat lunak dari pihak ketiga.”

Maka, berdasarkan pernyataan resmi dari Niantic tersebut, Pokemon GO ban ini akan dikenakan kepada para trainer jika menggunakan:

1. Menggunakan cheat bot atau GPS spoofing

cheat bot atau GPS spoofing

Yang satu ini nampaknya menjadi salah satu pelanggaran yang paling jelas. Dengan menggunakan bot, kamu tidak perlu “repot-repot” lagi untuk berkeliling kota, melihat keramaian dan memanggil ojek untuk menangkap Pokemon dan mengumpulkan item.

Cukup jalankan aplikasi semacam PokeCrot, NecroBot, GoBot, PokeFarmer dan aplikasi lainnya! Game Pokemon GO mu pun akan berjalan dengan otomatis dan item serta Pokemon akan terkumpul semua.

Begitu pula GPS spoofing alias memalsukan lokasi GPS. Walaupun terkadang ada orang yang menggunakannya untuk menangkap Pokemon regional seperti Tauros dan Kangaskhan, tapi tipuan GPS selalu berkaitan erat dengan penggunaan bot.

Lagipula, memanfaatkan GPS spoof lebih terkesan mematikan aspek sosial dan petualangan nyata dari Pokemon GO.

2. Menjalankan aplikasi Pokemon GO tidak lewat Android dan iOS

Menjalankan aplikasi Pokemon GO tidak lewat Android dan iOS

Jika kamu selama ini main Pokemon GO dari komputer menggunakan Bluestacks atau Nox Player, maka siap-siap untuk ucapkan selamat tinggal pada akun Pokemon GO mu. Atau beli HP Android/iOS.

Seperti yang tertulis di pernyataan resmi di atas tadi, penggunaan emulator tidak diijinkan oleh Niantic. Dan ditambah juga, emulator harus memanfaatkan pemalsuan GPS agar pemain bisa “terlihat” berjalan oleh server Pokemon GO.

Maka pelanggaran yang satu ini bersifat dua kali lipat dan nampaknya sulit untuk bisa main tanpa terdeteksi oleh pihak Niantic.

3. Menciptakan aplikasi pihak ketiga dengan data dari server Niantic

Niantic sepertinya anti banget dengan hal yang satu ini.

aplikasi pihak ketiga Pokemon GO

Pada update 0.33.0 (atau 1.3.0 di iOS) kemarin, bukannya memprioritaskan memberantas penggunaan cheat yang sedang marak, Niantic memblokir aplikasi-aplikasi pembantu pihak ketiga yang terbilang “tidak merugikan” seperti peta Pokevision dan Pokeadvisor.

Di satu sisi, para komunitas Pokemon GO merasa hal tersebut malah membuat mereka semakin kesulitan untuk menggumpulkan Pokemon bersama-sama di satu tempat atau melihat status antara pemain. Dan aplikasi semacam itu biasanya adalah pekerjaan sukarela bersama-sama antar komunitas, jadi sepertinya upaya mereka tidak dihargai.

Tapi di sisi lain, Niantic mengatakan jika “menyusupi” server Pokemon GO dan mengambil data dari backend akan menambah beban yang diterima oleh server, sehingga membuat servernya semakin tidak stabil.

Bisa saja Niantic juga merasa aplikasi semperti ini termasuk mencurangi permainan karena menunjukkan lokasi-lokasi Pokemon dan informasi vital lain dalam game.

4. Install via APK

Dan yang terakhir, walaupun bukan cheat tapi tetap saja bisa mengakibatkan ban akun.

Hal yang satu ini juga dianggap sebagai suatu pelanggaran, terlihat di bagian “perangkat lunak yang tidak resmi” sehingga penggunaan file .apk bisa mengakibatkan ban.

Mungkin Niantic menganggap pemain-pemain dari negara yang belum didukung bisa memberatkan daya server terdekat yang ditumpangi oleh pemain negara tersebut.

Bisa juga mereka ingin pemain Pokemon GO untuk menjauhi situs-situs dan aplikasi berbahaya yang tidak sengaja didapat dengan mengunduh file .apk Pokemon GO dari sembarang tempat.

Bagi yang merasa terkena banhammer secara tidak adil, kamu bisa langsung melapor dengan mengisi formulir permintaan pengangkatan status ban di situs resmi Pokemon GO. Tapi belum diketahui juga butuh berapa lama (atau seberapa kuat buktinya) sampai kamu tidak ke ban lagi.

Nah menurut para trainers bagaimana? Apakah semua kategori cheater ini dapat dibilang adil atau tidak, dan apakah menurutmu pemberantasan cheat akan lebih penting daripada penambahan fitur baru yang tidak segera muncul seperti bertukar Pokemon?

LEAVE A REPLY